Kisah Wanita Solehah

Alkisah Fatumatuz zahra binti rosulullah bertanya 
siapakah peminpin wanita di surga nanti ? Rasul menjawab
kamu wahai putriku , adalagi kah jawab fatimah putri nabi
Ada yaitu Fatimah binti qays .karena penasaran fatimah
binti Rasulullah menjumpainya dan ingin menanyakan
apa saja yang ibadah fatimah binti Qays . sesampai dipitu rumah 
fatimah binti Qays menyambutnya " Alhmamdulillah saya
senang di datangi seorang puti Rasulullah , namun saya belum
izin suami untuk memasukkan kamu kedalam rumah , Pulanglah dan besok kamu datang kembali kesini setelah saya izin suami  " 
Fatimah Azzahra kembali pulang dan keesokan harinya datang lagi sesuai
dengan saran Fatimah Binti Qays  tapi kali ini membawa seorang wanita untuk menenmani. 
 " Alhamdulillah
saya senang kedatangan tamu Putri Rosullullah , Silahkan masuk , Namun teman mu gak boleh masuk
sebab saya hanya izin kamu untuk teman kamu sendiri belum izin sama suami . suruh teman mu menunggu di luar " sambut fatimah binti Qays

Lalu mereka berbincang-bincang dan Fatimah Menanyakan " Apa yang kamu perbuat terhadap suami mu " .
" Setiap suamiku pulang mencari nafkah saya membawa handuk ditangan kanan dan cambuk ditangan kiri k , saya usap keringatnya dengan
handuk dan saya minta maaf bila ada hal yang tidak berkenan di hati suami ku saat meninggalkan rumah . jika kesalahannya tidak bisa dimaafkan maka aku rela dicambuk sebab saya lebih memilih disiksa di dunia daripada 
di akhirat kelak disiksa dicambuk dan dimasukkan keneraka  ." .
Seperti itulah Akhlak Fatimah Binti Qays terhadap suaminya pantaslah kita jadikan renungan
kalau tidak bisa menjalankannya sekaligus contohlah berlahan . disaat suami dirumah carilah aktivitas positip
dan bukan malahan kontak sama lelaki lain lewat chat sms atau web cam . sebab suami akan lebih damai bila
kamu hanya memperuntukkan diri mu hanya untuknya . Wallohua'lam 

Semoga kisah ini jadi teladan wanita muslimah

Do'a untuk Orang yang Sakit

Do'a Ketika Sakit
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ * رواه الترمذي

Terjemahan doa sakit 
:
Tiada Tuhan selain Alloh dan Alloh Maha Besar
Tiada Tuhan selain Alloh dengan keEsaNYA
Tiada Tuhan selain Alloh dengan keEsaNYA dan tidak ada yang bisa menyamaiNya
Tiada Tuhan selain Alloh bagi Alloh kerajaan ( kekuasaan ) dan segala puji bagi Alloh
Tiada Tuhan selain Alloh tiada upa daya dan tiada kekuatan kecuali milik Alloh.


Keutamaan doa sakit  :
Barang siapa yang membaca do’a ini di waktu sakit kemudian dia wafat dalam sakitnya, maka api neraka tidak akan memakanya ( tidak masuk neraka ).


Doa menjaga kesehatan

اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي جَسَدِي وَعَافِنِي فِي بَصَرِي وَاجْعَلْهُ الْوَارِثَ مِنِّي لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ الْحَلِيمُ الْكَرِيمُ سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ * رواه الترمذي كتاب الدعوات 3402
Terjemahan doa menjaga kesehatan  :
Ya Alloh semoga engkau memberikan kewarasan dalam jasadku dan penglihatanku dan semoga engkau menjadikan pada kewarasan sebagai pewarisku, tiada Tuhan selain Alloh yang Maha Aris lagi Maha Mulya, Maha Suci Alloh Tuhan ‘Arsy yang besar dan segala puji bagi AllohTuhan semesta alam.


Keutamaan diatas  : Nabi membaca do’a ini untuk menjaga kesehatan beliau .

Do’a  Menjenguk Orang Sakit


اللَّهُمَّ أَذْهِبِ الْبَأْسَ رَبَّ النَّاسِ وَاشْفِ فَأَنْتَ الشَّافِي لاَ شِفَآءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا * رواه الترمذى

Allohumma adzhibil ba’sa robbannaasi wasyfi fa antassyaafi laa syifaa a illa syifaa uka syifaal laa yughoodiru saqoma.

Terjeman doa menjenguk sakit : 

Ya Alloh semoga engkau menghilangkan penyakit wahai Tuhan manusia, dan berilah kewarasan, sebab Engkau adalah Dzat yang memberi kewarasan, tiada obat kecuali obat Engkau yang menghilangkan penyakit.


Keutamaan doa menjenguk yang sakit  :Do’a ini adalah wujud pasrah pada Alloh yaitu dengan memuji Alloh untuk menyembuhkan penyakit, bahwa tiada obat kecuali hanya dengan kekuasaan Alloh.


أَسْأَلُ اللهَ الْعَظِيمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ أَنْ يَشْفِيَكَ *رواه ابو داود كتاب الجنائز
As,alullohal’adziim robbal ‘arsyil ‘adziim ayyasyfiyaka. ( dibaca sebanyak 7 kali )

Terjemahan doa menjenguk yang sakit : 


Saya memohon pada Alloh yang Maha Besar Tuhan ‘Arsy yang besar untuk menyembuhkan kamu ( orang yang sakit ).
Keutamaan doa diatas  :

 Siapa saja  yang menjenguk orang sakit dan membaca do’a ini maka insa Alloh menyembuhkanya




Berdoa dan berusahalah agar penyakit yang diderita disembuhkan Allah . semoga kita sehat wal afiat


Cara Membuat Roti Goreng Isi Keju

Cara Membuat Roti Goreng Isi Keju , Salam blogger caritanya saat berkunjung ke teman ibu teman saya tuh buatkan Roti Goreng Isi Keju
mau tau cara mengolahnya ?
langsung sja ya ! oke 

 Bahan-Bahan yang dibutuhkan untuk membuat roti goreng :

150 gram tepung terigu
75 gram kentang kukus, haluskan
1 sendok makan susu bubuk
2 sendok makan gula pasir
1/2 sendok teh ragi instan
1/4 sendok teh baking powder
1 butir telur
50 mili liter air es
1 sendok makan margarin
1/2 sdt garam
minyak untuk menggoreng

Bahan isi :
50 ml susu cair
25 g keju parut

Bahan pelapis:
1 putih telur
100 g tepung panko

1. Isi: Campur susu cair dan keju parut. Panaskan hingga keju larut, angkat, sisihkan.
2. Campur tepung terigu, susu bubuk, gula pasir, ragi instan, dan baking powder. Aduk rata.
3. Masukkan kentang, telur, dan air es sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga kalis.
4. Tambahkan margarin dan garam. Uleni hingga elastis. Diamkan selama 30 menit.
5. Kempiskan adonan. Timbang masing-masing 15 gram, bentuk bulat. Diamkan selama 10 menit.
6. Pipihkan, beri isi, bentuk bulat. Letakkan di loyang yang telah ditabur tipis tepung terigu. Diamkan selama 30 menit hingga mengembang.
7. Celup ke dalam putih telur. Gulingkan di tepung panko.
8. Goreng dalam minyak yang telah dipanaskan dengan api sedang hingga matang.
9. Angkat, tiriskan, sajikan lalu makan bila banyaka sodaqohkan ke tetangga mumpung bulan sya'ban perbanyak sodakoh ...!


Seperti inilah cara membuat Cara Membuat Roti Goreng Isi Keju

Membahas Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Secara Mendalam

 Membahas  Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad  Secara Mendalam

Isra’ Mi’raj adalah suatu peristiwa besar yang sekarang oleh sains dan teknologi diakui, karena ternyata memang demikianlah yang bisa terjadi bahwa Rasulullah benar-benar bergerak dari Mekkah ke Palestina, dan kemudian diteruskan ke Sidratil Muntaha hanya dalam waktu tidak sampai satu malam. Sudut pandang ilmiahnya bahwa ini adalah peristiwa fenomenal dan kontroversial. Fenomenasejarah bahwa peristiwa ini belum pernah terjadi dan diyakini takkan pernah terjadi lagi.

Pertama, bahwa peristiwa ini sangat fenomenal dari segi sejarah, karena sebelumnya tak pernah terjadi pada manusia. Sebelum Nabi Muhammad memang pernah terjadi pada benda. Benda tersebut bisa berpindah tempat dari satu tempat ke tempat yang jauh dalam orde sepersekian detik saja. Itulah peristiwa berpindahnya singgasana Ratu Balqis dari Kerajaan Saba ke Kerajaan Nabi Sulaiman. Waktu itu Nabi Sulaiman bertanya kepada para stafnya yang ketika itu memang sengaja dikumpulkan olehnya. Nabi Sulaiman mengatakan kepada para stafnya untuk melakukan suatu kejutan terhadap Ratu Balqis yang ketika itu sedang menuju ke kerajaan Nabi Sulaiman. Ternyata Nabi Sulaiman ingin memindahkan singgasana Ratu Balqis ke kerajaannya. Nabi Sulaiman bertanya kepada para stafnya siapa yang bisa melakukan hal tersebut. Yang mengajukan diri pertama kali adalah Jin Ifrit. Ditanya oleh Nabi Sulaiman berapa lama ia bisa memindahkannya. Dijawab oleh Jin Ifrit bahwa ia bisa melakukannya sebelum Nabi Sulaiman berdiri dari tempat duduknya dijamin singgasana itu sudah sampai di hadapannya. Tentunya hal ini sangat cepat, tapi ternyata Nabi Sulaiman belum puas akan hal tersebut.
Kemudian Nabi Sulaiman bertanya lagi kepada para stafnya siapa yang bisa lebih cepat melakukan hal tersebut. Yang mengajukan diri kemudian ternyata adalah seorang manusia, yaitu manusia yang menguasai ilmu dari al-Kitab. Orang itu kemudian ditanya oleh Nabi Sulaiman berapa lama ia bisa melakukannya. Dijawab oleh orang itu bahwa ia bisa melakukannya sebelum Nabi Sulaiman berkedip lagi. Ternyata memang benar adanya, sebelum Nabi Sulaiman berkedip, singgasana Ratu Balqis sudah berada di hadapannya. Satu kedipan mata berarti waktunya kurang dari satu detik. Berkaitan dengan Isra’ Mi’raj, ternyata perjalanan Nabi Muhammad tersebut terjadi dalam waktu tidak sampai satu kedipan mata pun.
Kedua,fenomenal dari segi sains. Untuk menjelaskan Isra’ Mi’raj, ternyata kita harus menggali ilmu-ilmu mutakhir. Kalau ilmu-ilmu lama mungkin tak cukup untuk menjelaskan peristiwa Isra’ Mi’raj. Sehingga di zaman itu orang memersepsikan bahwa Nabi Muhammad melakukan perjalanan Isra’ Mi’raj dengan mengendarai Buraq. Buraq itu kemudian ada yang menggambarkan bentuknya seperti kuda yang bersayap, ada juga yang menggambarkan bahwa kepala buraq itu menyerupai manusia, bahkan ada juga yang menggambarkan kepala buraq itu berupa wanita cantik. Pemikiran seperti ini tentunya khas abad pertengahan, karena perjalanan tercepat ketika itu adalah dengan mengendarai kuda. Tapi kuda pun tak bisa secepat itu. Karena itu digambarkanlah kuda itu bersayap.
Dengan pendekatan secara saintifik dapatlah dijelaskan bahwa sebenarnya perpindahan Rasulullah dari satu tempat ke tempat lain pada peristiwa Isra’ Mi’raj itu terjadi secara cahaya. Peristiwa Isra’ Mi’raj ini tentunya kontroversial hampir 1500 tahun di kalangan agamawan maupun para saintis karena memang sulit menjelaskannya. Selalu ada yang tidak percaya, ragu-ragu, dan ada juga yang meyakininya sejak masa hidupnya Rasulullah hingga kini. Yang ragu-ragu sampai sekarang tentunya masih ada, bahkan di kalangan umat Islam sendiri. Ketika ditanya apakah perjalanan Nabi Muhammad dari Mekkah ke Palestina itu dengan badannya atau bukan. Ada yang mengatakan bahwa itu hanya penglihatan saja. Ada juga yang mengatakan bahwa itu hanya ruh saja. Ada yang mengatakan itu hanya mimpi. Dan ada yang mengatakan bahwa peristiwa itu memang dialami Nabi Muhammad dengan badannya.
Yang meyakini bahwa peristiwa Isra’ Mi’raj itu dialami Nabi Muhammad dengan badannya adalah mengacu kepada Abu Bakar Shiddiq. Ketika itu Abu Bakar ditanya apakah dia meyakini peristiwa tersebut. Lalu ditanyakan oleh Abu Bakar kepada yang bertanya itu siapa yang menceritakan hal tersebut. Dijawab oleh yang bertanya kepada Abu Bakar itu bahwa yang menceritakan hal tersebut adalah Nabi Muhammad. Dikatakan oleh Abu Bakar, bahwa kalau Nabi Muhammad yang menceritakannya, maka ia meyakininya, karena Nabi Muhammad tak pernah berbohong.

Cara Abu Bakar memersepsi mengenai Isra’ Mi’raj ini oleh sebagian kalangan dinyatakan bahwa beragama itu tak perlu berpikir. Padahal jika dicermati bahwa sebenarnya ketika itu Abu Bakar berpikir dahulu, karena ia menanyakan bahwa siapakah yang menceritakan hal tersebut. Kalau memang Nabi Muhammad yang menceritakannya, maka ia meyakini kebenaran yang diceritakan oleh Nabi Muhammad itu. Tapi kalau yang menceritakannya bukan Nabi Muhammad tentunya Abu Bakar takkan langsung meyakini kebenaran cerita tersebut. Jadi dalam beragama memang kita harus berpikir, janganlah ikut-ikutan saja. Perintahnya sangat jelas di dalam al-Quran: Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. (Q.S. al-Isrâ’ [17]: 36)

Selama ini dalam menceritakan Isra’ Mi’raj kalau kita sudah buntu, maka kita katakanlah bahwa kalau Allah menghendaki, maka semuanya bisa saja terjadi. Kita takkan mendapatkan pelajaran apa-apa dengan cara berpikir seperti ini. Padahal peristiwa apapun yang diturunkan oleh Allah, maka di dalamnya selalu ada pelajaran untuk kita. Allah berfirman:
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (Q.S. Ali ’Imrân [3]: 190)
Kita diperintahkan untuk menjadi ulil albab, yaitu orang yang menggunakan akalnya memahami segala peristiwa, sehingga ada pelajaran dari setiap peristiwa tersebut.
PerjalananIsra’ Mi’raj itu terdiri dari dua etape: satu etape mendatar (horisontal), sedangkan satunya lagi adalah etape vertikal ke langit ketujuh. Etape mendatarnya diceritakan di dalam surah al-Isrâ’ ayat pertama:
Maha Suci Allah, yang telah memerjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.(Q.S. al-Isrâ’ [17]: 1)
Tidak ada ayat lain lagi yang bercerita mengenai perjalanan Nabi Muhammad dari Mekkah ke Palestina itu kecuali ayat ini. Kalau begitu bagaimanakah kita bisa melakukan rekonstruksi atas perjalanan tersebut? Jika ditelusuri kata demi kata dari ayat ini ternyata ada delapan kata kunci di ayat ini, yaitu:
Pertama, ayat ini dimulai dengan kata “subhânalladzî”. Kata “subhânallâh” diajarkan kepada kita untuk diucapkan pada saat kita menemui peristiwa yang menakjubkan, yang memesona, yang hebat, yang luar biasa. Artinya, dengan memulai cerita itu menggunakan kata “subhânalladzî” sebenarnya Allah menginformasikan bahwa cerita yang akan diceritakan tersebut bukanlah cerita yang biasa, melainkan cerita tersebut adalah cerita yang luar biasa dan menakjubkan.
Kedua, yaitu kata “asrâ”. Penggunaan kata “asrâ” memiliki beberapa makna. Yang pertama bahwa itu adalah perjalanan berpindah tempat. Jadi penggunaan kata ini mengcounter pemahaman ataupun kesimpulan yang menyatakan bahwa pada perjalanan tersebut Rasulullah tidak berpindah tempat. Yang kedua maknanya bahwa pada perjalanan itu Rasulullah diperjalankan, bukanlah berjalan sendiri, dan bukan juga atas kehendak sendiri, karena peristiwa ini terlalu dahsyat untuk bisa dilakukan sendiri oleh Rasulullah.
Ketiga, yaitu kata “’abdihi” yang artinya adalah hamba Allah. Hamba terhadap majikan adalah seorang yang tak berani membantah, taat, seluruh hidupnya diabdikan untuk majikannya, untuk Tuhannya. Yang bisa mengalami perjalanan hebat ini bukanlah manusia yang kualitasnya sembarangan, melainkan manusia yang kualitasnya sudah mencapai tingkatan hamba Allah, yaitu manusia seperti Nabi Muhammad. Karena itulah, kita mungkin tidak bisa menerima ketika Nabi Muhammad digambarkan mendapat perintah salat 50 waktu, kemudian beliau menawar perintah tersebut kepada Allah. Anjuran tawar-menawar itu datangnya dari Nabi Musa. Digambarkan bahwa tawar-menawar itu terjadi hingga sembilan kali Nabi Muhammad bolak-balik menemui Allah, yang akhirnya perintah salat fardu yang diterima Nabi Muhammad menjadi lima waktu saja sehari semalam.
Kita mungkin tak sampai hati membayangkan Nabi Muhammad yang begitu taat kepada Allah yang tak pernah membantah kalau mendapat wahyu dan perintah dari Allah yang dalam cerita versi ini digambarkan sampai sembilan kali tawar-menawar dengan Allah untuk mengurangi jumlah salat fardu yang diperintah-Nya. Digambarkan pada cerita versi ini bahwa Nabi Musa lebih superior dibandingkan Nabi Muhammad, sehingga Nabi Muhammad dipingpong oleh Nabi Musa bolak-balik menemui Allah memohon agar jumlah salat fardu yang diperintahkan Allah itu dikurangi. Tentunya patut pula kita ingat bahwa Nabi Musa adalah nabinya bani Israil (sebetulnya juga nabinya umat Islam/umat Nabi Muhammad), tetapi orang-orang bani Israil tidak mau menerima Nabi Muhammad. Bagi bani Israil, Nabi Musa lebih hebat dibandingkan Nabi Muhammad, sehingga dalam cerita versi ini Nabi Muhammad dipingpong saja. Jadi ini indikasinya adalah hadis Israiliyat.
Keempat, yaitu kata “laylan” yang artinya adalah perjalanan malam di waktu malam. Hal ini menunjukkan sebagai penegasan bahwa perjalanan malam itu tidak sepanjang malam, melainkan cuma sebagian kecil dari malam. Sehingga diriwayatkan di beberapa hadis, bahwa ketika Rasulullah berangkat dari rumah meninggalkan pembaringan, kemudian menuju ke Masjidil Haram, dan kemudian terjadi peristiwa Isra’ Mi’raj tersebut. Ketika Rasulullah kembali lagi ke rumahnya, ternyata pembaringannya masih hangat. Hal ini menunjukkan bahwa ketika itu beliau tidak lama meninggalkan rumahnya. Di hadis yang lain juga diceritakan, bahwa ketika Rasulullah meninggalkan rumahnya, beliau menyenggol tempat minumnya kemudian tumpah, dan ternyata ketika Rasulullah kembali lagi ke rumahnya, air dari tempat minum yang disenggolnya itu masih menetes. Hal ini menunjukkan bahwa sebetulnya Isra’ Mi’raj yang dialami Rasulullah itu berlangsung dalam waktu yang sebentar dan cepat.
Bayangkanlah, perjalanan semalam saja masih sulit diterima, apalagi perjalanan yang hanya sekejap yang itu mungkin hanya beberapa menit, atau mungkin hanya beberapa detik.
Kelima, minal masjidil harâmi ilal masjidil aqsha (dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa). Mengapa perjalanan Rasulullah ini dari masjid ke masjid? Mengapa pula tidak dari rumahnya atau dari Gua Hira ke tujuan lain yang bukan masjid (dari tempat yang bukan masjid ke tempat lain yang bukan masjid juga)?
Patut diketahui, bahwa masjid adalah tempat yang menyimpan energi positif sangat besar. Dengan kamera aura yang bisa memfoto dan memvideokan sesuatu, jika ada orang yang sedang berzikir ataupun membaca al-Quran, ternyata orang tersebut memancarkan cahaya yang terang benderang. Berbeda halnya dengan orang yang sedang marah, depresi, ataupun stress, maka orang tersebut akan memancarkan cahaya berwarna merah. Warna aura ini bertingkat, yaitu dari merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu, sampai warna putih. Setiap kita memancarkan energi. Akan terpancar energi dari setiap aktivitas yang kita lakukan, dan energi itu menancap di tempat kita berada ketika itu. Energi itu membekas, sehingga seluruh aktifitas kita akan terekam. Allah berfirman:
Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. (Q.S. Qâf: 18)
Raqib dan Atid kemudian dijadikan sebagai nama malaikat yang mencatat amal kebaikan dan keburukan. Rekaman tersebut di ruang tiga dimensi, dan suatu ketika akan diputar lagi. Allah berfirman:
Sesungguhnya kamu berada dalam keadaan lalai dari (hal) ini, maka Kami singkapkan daripadamu tutup (yang menutupi) matamu, maka penglihatanmu pada hari itu amat tajam. (Q.S. Qâf: 22)
Di pengadilan akhirat itu, manusia akan bisa melihat seluruh perbuatan yang dilakukannya di dunia.
Masjid mengandung energi positif sangat besar, terutama masjid yang sering digunakan sebagai tempat beribadah. Semakin sering, semakin banyak, dan semakin khusyuk, maka energinya akan semakin besar. Rasulullah berangkat dari masjid menuju ke masjid. Terminal keberangkatannya di masjid
Keenam, bâraknâ hawlahu (yang telah Kami berkahi sekelilingnya). Allah memberkati sepanjang perjalanan itu, hal ini karena perjalanan itu memang membahayakan. Dengan keberkahan Allah kondisi Nabi tetap membaik
Ketujuh, linuriyahû min âyâtinâ (agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami). Dalam perjalanan isra’ mi’raj ketika itu Rasulullah ditunjukkan berbagai peristiwa. Mengapakah bisa seperti itu, sedangkan itu adalah waktu yang sangat singkat. Itulah yang disebut sebagai relativitas waktu, yaitu ada perbedaan waktu antara orang yang berkecepatan tinggi dengan orang yang berkecepatan rendah. Kita mengetahui, bahwa antara orang yang tidur dengan orang yang sadar (terjaga) itu waktunya berbeda. Misalnya, ada yang tiba-tiba terlelap tidur yang itu hanya sebentar (mungkin hanya beberapa detik), lalu yang tertidur itu dibangunkan. Yang tertidur itu pun terbangun, lalu ia bercerita baru saja ia bermimpi. Ceritanya itu begitu panjang, seakan-akan mimpinya itu sangat lama, padahal ia hanya tertidur beberapa detik saja. Begitupun dengan Rasulullah, meskipun perjalanan yang dialaminya itu hanya berlangsung sepersekian detik, tetapi beliau ditampakkan berbagai macam peristiwa oleh Allah. Hal ini karena yang memberjalankan Rasulullah adalah Allah yang tak lain adalah zat Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat. Kemahamendengaran dan kemahamelihatan Allah itu ditularkan kepada Nabi Muhammad, sehingga kemampuan Rasulullah untuk melihat dan mendengar menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Selanjutnya mengenai Mi’raj diceritakan pada surah an-Najm 14-18:
(14) (yaitu) di Sidratil Muntaha. (15) Di dekatnya ada surga tempat tinggal, (16) (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratil Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya. (17) Penglihatannya (Muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. (18) Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar. (Q.S. an-Najm: 14-18)
Di dekat Sidratil Muntaha, Rasulullah menyaksikan surga. Tentunya tidak sembarangan orang yang bisa menyaksikan surga, karena sudut padangnya harus tertinggi di alam semesta ini. Dari dunia tidak kelihatan, kalaupun kelihatan hanya sebagian. Jadi, kalau kita merasakan kebahagiaan, maka hal itu mungkin kita telah mendapatkan kebahagiaan surga, namun hanya sedikit sekali perbandingannya, mungkin bagaikan setetes air dibandingkan dengan samudera, itu pun setetes airnya dibagi lagi tak berhingga. Sebaliknya kalau kita menderita, maka itu adalah penderitaan neraka, namun skalanya tak berhingga.
Lantas ke manakah Rasulullah melanglang buana? Menyeberangi langit ataukah beliau langsung masuk ke Sidratil Muntaha yang kita tidak tahu di mana letaknya.
Betapa besarnya langit angkasa semesta. Apakah langit? Langit adalah seluruh ruangan alam semesta ini. Matahari dikelilingi oleh planet-planet, bumi tempat kita tinggal adalah termasuk salah satu planet yang mengitari matahari. Matahari yang tadinya kelihatan besar, semakin jauh kita lihat maka semakin kecil. Ketika matahari yang kita terlihat itu semakin kecil, maka biasanya kita tidak lagi menyebutnya matahari, melainkan kita menyebutnya bintang. Matahari itu ternyata demikian banyaknya, seluruh bintang-bintang itu sebenarnya adalah matahari. Diperkirakan jumlahnya trilyunan. Matahari-matahari (bintang-bintang) itu bergerombol membentuk galaksi. Galaksi adalah gerombolan matahari (bintang), di tengahnya ada matahari yang lebih besar, dan di sekitarnya ada sekitar 100 milyar matahari (bintang). Bintang-bintang itu bergerombol mengitari pusatnya membentuk suatu galaksi. Galaksi tempat bumi dan matahari kita berada adalah galaksi Bimasakti. Di sebelah galaksi Bimasakti ada galaksi Andromeda yang isinya diperkirakan juga 100 milyar matahari. Galaksi-galaksi itu diperkirakan trilyunan jumlahnya. Para ahli astronomi bahkan sampai kehabisan nama untuk menyebut galaksi karena saking banyaknya.
Galaksi-galaksi itu ternyata bergerombol-gerombol lagi membentuk gerombolan yang lebih besar yang dinamakan sebagai supercluster. Isinya diperkirakan 100 milyar galaksi. Apakah supercluster adalah benda terbesar dan terjauh di alam semesta, hingga kini belum ada yang mengetahuinya.
Jarak bumi ke matahari adalah 150 juta kilometer. Kalau dilewati cahaya maka dibutuhkan waktu 8 menit. Jadi, kalau kita melihat matahari terbit yang sinarnya sampai ke mata kita, maka cahaya yang sampai ke mata kita itu sebetulnya bukanlah matahari sekarang, melainkan matahari 8 menit yang lalu. Cahaya matahari itu berjalan selama 8 menit barulah sampai ke mata kita. Sementara bintang kembar (Alpha Century) jaraknya dari bumi adalah 4 tahun perjalanan cahaya. Kalau kita melihat bintang kembar pada malam hari, maka sebetulnya itu bukanlah cahaya bintang kembar saat itu, melainkan bintang 4 tahun yang lalu. Di belakangnya lagi ada bintang yang berjarak 10 tahun perjalanan cahaya. Bayangkanlah kalau kita mau menuju bintang berjarak 10 tahun cahaya menggunakan pesawat tercepat yang dimiliki manusia, misalnya menggunakan pesawat ulang alik yang kecepatannya 20 ribu kilometer per jam. Apakah yang kemudian terjadi? Ternyata dibutuhkan waktu 500 tahun untuk sampai ke bintang tersebut.
Ternyata bumi kita ini bukanlah benda besar di alam semesta, melainkan benda yang sangat kecil. Di belakang bintang berjarak 10 tahun cahaya ada bintang berjarak 100 tahun cahaya, di belakangnya lagi ada yang berjarak 1000 tahun cahaya, yang berjarak 1 juta tahun cahaya, dan juga yang berjarak 1 milyar tahun cahaya. Yang terjauh diketahui oleh ilmuwan Jepang yaitu yang berjarak 10 milyar tahun cahaya. Jadi, bumi kita ini hanyalah sebutir debu di padang pasir alam semesta raya.
Jadi, manusia adalah debunya bumi, bumi debunya tata surya, tata surya debunya galaksi Bimasakti, galaksi Bimasakti debunya supercluster, supercluster debunya langit pertama, karena langit itu ada tujuh (sab’a samawâti). Ilmu astronomi hanya mengetahui langit itu satu, tapi al-Quran mengatakan langit itu ada tujuh, karena menurut al-Quran bahwa langit yang kita kenal itu yang banyak bintang-bintangnya barulah langit dunia (langit pertama). Allah berfirman: Sesungguhnya Kami telah menghias langit yang terdekat dengan hiasan, yaitu bintang-bintang, (Q.S. ash-Shâffât: 6)
Sudah sedemikian besarnya langit pertama, ternyata langit pertama adalah debunya langit kedua, karena langit kedua itu besarnya tak berhingga kali dibandingkan langit pertama. Langit ketiga besarnya tak berhingga kali dibandingkan langit kedua. Begitu seterusnya setiap naik ke langit selanjutnya selalu tak berhingga kali besarnya dibandingkan langit sebelumnya, hingga langit ketujuh tak berhingga kali dibandingkan langit keenam, serta tak berhingga pangkat tujuh dibandingkan langit pertama.
Jadi, langit pertama adalah debunya langit kedua, langit kedua debunya langit ketiga, seterusnya hingga langit ketujuh, dan seluruh langit yang tujuh beserta seluruh isinya hanyalah debu atau lebih kecil lagi di dalam kebesaran Allah. Beginilah cara al-Quran menggiring pemahaman kita tentang makna Allahu Akbar. Semestinya menurut al-Quran, bahwa belajar mengenal Allah itu adalah dari seluruh ciptaan-Nya. Dengan begitu kita akan mengetahui betapa Maha Besarnya Dia, betapa Maha Menyayangi, Maha Teliti, Maha Berkuasa, Maha Berkehendak, tak cukup hanya dari lafaznya, karena kita takkan mendapatkan rasa yang sesungguhnya.
Bayangkanlah betapa Rasulullah melakukan perjalanan menuju langit ketujuh. Sebetulnya Rasulullah berjalan ke langit ketujuh itu apakah melintasi ruang angkasa atau tidak?
Kalaupun badan Rasulullah diubah menjadi cahaya, maka dari bumi menuju bintang Alpha Century yang berjarak 4 tahun cahaya, maka Rasulullah membutuhkan waktu 4 tahun untuk sampai ke bintang Alpha Century, untuk menempuh yang berjarak 10 tahun cahaya dibutuhkan waktu 10 tahun, untuk menempuh yang berjarak 10 milyar tahun cahaya dibutuhkan 10 milyar tahun. Sepertinya Rasulullah tidak melewati ruang angkasa, melainkan ada ruangan langsung yang tidak ke sana (tidak ke ruang angkasa) tetapi memahami semua itu. Di manakah itu?
Ternyata langit kedua terhadap langit pertama tidak bertumpuk seperti kue lapis (dalam konteks Mi’rajnya Rasulullah). Sering kita berpendapat dari cerita-cerita klasik bahwa Nabi Muhammad dan malaikat Jibril menuju ke langit ketujuh dengan cara naik menggunakan tangga, kemudian bertemu langit yang digambarkan seperti langit-langit, kemudian di situ ada pintunya dan ada penjaganya. Lalu Malaikat Jibril dan Nabi Muhammad ditanya mau ke mana oleh si penjaga langit. Dijawab oleh Malaikat Jibril dan Nabi Muhammad bahwa akan bertemu dengan Allah. Kalau begitu, berarti Allah itu jauh sekali. Padahal di dalam al-Quran digambarkan bahwa Allah itu dekat, dan Nabi Muhammad mengetahui itu. Allah berfirman: Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya, (Q.S. Qâf: 16)
Bahkan dinyatakan juga di dalam al-Quran: Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka ke manapun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui. (Q.S. al-Baqarah [2]: 115)
Timur dan Barat milik Allah. Ke manapun kita menghadap, maka kita berhadapan dengan Allah, karena Allah sedang meliputi kita. Dan Rasulullah tahu persis akan hal itu. Jadi untuk bertemu Allah tak perlu ke Sidratil Muntaha. Dan memang Rasulullah ke Sidratil Muntaha bukanlah untuk menemui Allah, karena Allah sudah meliputi Rasulullah, juga meliputi kita semua di manapun kita berada.


Isra’ Mi’raj itu sebetulnya bertujuan membawa Rasulullah ke satu posisi yang paling tinggi untuk memahami betapa dahsyatnya ciptaan Allah. Untuk apakah semuanya itu? Yaitu untuk memotivasi Rasulullah. Mengapakah demikian? Karena sebelum Isra’ Mi’raj, Rasulullah sedang berada pada titik terendah perjuangannya yang paling sulit, yaitu ketika dijepit oleh orang kafir dan diembargo secara ekonomi. Di saat-saat itu justru Allah mewafatkan paman Rasulullah (Abi Thalib) dan mewafatkan istri Rasulullah (Khadijah). Hal ini bukannya tidak sengaja, melainkan disengaja oleh Allah, karena memang tak ada yang kebetulan di dalam kehidupan ini.
Semuanya itu justru terjadi pada saat Rasulullah berada pada titik nadir perjuangannya. Beliau berharap memindahkan front syi’arnya ke luar kota (yaitu ke Tha’if). Beliau berharap disambut baik oleh penduduk Tha’if, tapi malah yang terjadi beliau dilempari batu sampai berdarah-darah. Maka kemudian Allah memompa kembali semangat beliau, yaitu dengan cara Isra’ Mi’raj. “Muhammad, engkau adalah utusan Allah,” mungkin seperti itulah yang ingin disampaikan oleh Allah melalui peristiwa Isra’ Mi’raj tersebut.
Ketika Rasulullah kembali dari Isra’ Mi’raj, maka setahun kemudian terjadilah titik balik perjuangannya, yaitu beliau bersama pengikutnya hijrah ke Madinah, kemudian dari Madinah bisa menaklukkan kota Mekkah.
Demikianlah artikel isra' mi'raj . Mudah-mudahan Allah memberikan barakah dan rahmat-Nya untuk kitasemua.

Wanita Penghuni Surga


Sesungguhnya segala kenikmatan syurga tidaklah dikhususkan untuk laki-laki saja sehingga wanita tidak mendapatkannya akan tetapi syurga adalah untuk orang-orang bertaqwa, Allah SWT.berfirman :
“(Syurga) disediakan untuk orang-0rang yang bertaqwa” (QS Ali ‘Imran : 133)

Namun Allah telah menjadikan laki-laki terpikat dan merindukan syurga karena mengingat bidadari-bidadari dan wanita-wanita di syurga, dan yang seperti itu tidak disebutkan untuk wanita. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor :
  • Umumnya wanita mempunyai rasa malu dan karena inilah Allah SWT. tidak menjadikan mereka terpikat de-ngan apa yang mereka malu kepada-nya.
  • Kerinduan seorang wanita akan lelaki tidaklah seperti kerinduan se-orang laki-laki kepada wanita -sebagaimana sudah diketahui-, karenanya Allah SWT. pun menjadikan lelaki me-rindukannya, sebagaimana sabda Rasulullah SAW :
”Tidaklah ada fitnah yang aku tinggalkan sesudahku yang lebih berbahaya dari pada wanita bagi lelaki” (HSR. Bukhari dan Muslim)
 Adapun wanita, mereka pun dijadikan oleh Allah SWT. merindukan aneka perhiasan dari jenis-jenis pakaian bagus dan permata melebihi kerinduan lelaki akan hal itu.
  • Syaikh Ibnu Utsaimin berkata: “Sesungguhnya Allah SWT. menyebutkan istri untuk suami karena suamilah yang mencari mereka dan merekalah yang menginginkan wanita sehingga disebutkanlah istri-istri untuk lelaki di syurga dan tidak menyebut sebaliknya. Dan ini bukanlah berarti bahwa wanita di syurga tidak akan mempunyai suami. Akan tetapi mereka kelak akan mempunyai suami dari jenis manusia juga” (Al-Majmu’ Ats Tsamin (1/175)

Bersama suami atau siapakah ?
1. Mereka meninggal sebelum sempat menikah atau mereka meninggal setelah diceraikan suaminya dan belum sempat menikah dengan yang lain. Maka Allah akan menikahkan mereka di syurga dengan seorang lelaki dari penduduk dunia, berdasarkan sabda Rasulullah SAW:
”Di syurga tidak ada orang yang membujang (tidak mempunyai pasangan)” (HSR. Muslim)
Syaikh Ibnu Utsaimin  berkata: “Apabila seseorang belum menikah, yakni seorang  wanita di dunia ini maka sesungguhnya Allah SWT. akan menikahkannya dengan siapa yang ia tertarik dengannya di syurga”
2. Mereka sudah menikah  akan tetapi suaminya tidak bersamanya di syurga –semoga Allah melindungi kita dari hal ini-
Syaikh Ibnu Utsaimin  berkata: ”Seorang wanita apabila termasuk ahli syurga..…sedang suaminya tidak termasuk ahli syurga maka sesungguhnya bila ia masuk syurga maka disana ada lelaki ahli syurga yang akan memperisterikannya“ maksudnya akan menikah dengan salah seorang dari mereka.
3. Wanita yang meninggal setelah sempat menikah, maka saat di syurga ia untuk suaminya yang dahulu.
4. Wanita yang suaminya meninggal kemudian ia tetap tidak menikah setelah kematian suaminya hingga ia pun meninggal, maka dia tetap menjadi isterinya di syurga.
5. Wanita yang suaminya meninggal dan kemudian menikah dengan yang lainnya, maka dia untuk suami yang paling terakhir walaupun sempat menikah berkalikali, berdasarkan sabda Rasulullah SAW:
“Wanita itu adalah untuk suami terakhirnya”. (HSR. Abu ‘Ali Al-Haraani Al-Qusyairi, Abu Syaikh dan Al-Baghawy)
Dan berdasarkan perkataan Hudzaifah ……. kepada isterinya : “Jika engkau tetap ingin menjadi isteriku di syurga maka janganlah menikah dengan siapapun sepeninggalanku, sesungguhnya wanita saat di syurga adalah untuk suami terakhirnya di dunia. Karena itulah Allah .SWT. pun mengharamkan isteri-isteri nabi untuk dinikahi oleh orang lain sepaninggalannya, karena mereka itu kelak akan tetap menjadi isteri-isterinya di syurga.
Sekian tentang wanita penghuni surga maga kita jadi jadi penghi surga  dan isti kita termasuk perempuan penghuni surga amin ya Rabbi . wallohu'alam 

Ciri-ciri atau Tanda Pria Jatuh Cinta

Bagaimana tips atau cara mengetahui tanda-tanda seorang pria sedang jatuh hati pada wanita? Anda bisa melihat sikapnya. ada beberapa hal yang menyukai Anda.Ciri-ciri Tanda Pria Jatuh Cinta

tips mengetahui tanda-tanda seorang pria sedang jatuh hati pada wanita? ykhti bisa melihat sikapnya.  ada beberapa hal yang menyukai ukhti .

  1. Perhatian lebih
    dia akan lebih perhatian setiap saat dan kesempatan dan kondisi apalagi disaat dia tau kamu sedang galau dia akan mengusahakan mengalihkan perhatian mu
  2. Sentuhan Lembut

    Seringkali ketika seorang pria menyukai wanita, dia ingin melakukan sentuhan. Membelai rambut atau menepuk lembut bahu merupakan bentuk sentuhan yang paling sering pria lakukan. Terkadang saking serunya berbincang, Anda tidak menyadari sentuhan-sentuhan kecil yang diberikan pada Anda. Untuk mengetahui, sejak awal Anda harus peka terhadap sinyal yang diberikan si dia lewat bahasa tubuhnya.Bahasa tubuh bisa dilakukan dengan berbagai hal. Jika dia tidak menyentuh Anda, si pria mungkin akan berada di dekat Anda. Dia juga mungkin akan bersandar kepada Anda ketika berbicara.
  3. Terus Menatap Anda

    Pria yang tertarik dengan seorang wanita akan menatapnya lebih lama. Bukan hanya pada saat berbincang dia memperhatikan Anda lebih lama, bahkan saat Anda pergi menjauhinya kemungkinan pandangannya akan terus mengikuti kemanapun Anda pergi .
  4. Mengerjakan Hal-hal yang Sulit
    Dia rela mengantarkan mobil Anda yang rusak ke bengkel, menawarkan untuk menjemput saat Anda harus lembur hingga malam atau memasangkan koneksi internet berkecepatan tinggi di rumah. Semua dia lakukan tanpa ada komplain. Jika dia bersedia mengerjakan hal-hal sulit untuk Anda, ada kemungkinan dia menganggap hubungan kalian lebih dari sekadar teman. Semua yang dia lakukan adalah usaha untuk selalu dekat dengan Anda.
  5. Melindungi

    Pria yang menaruh hati pada Anda cenderung lebih perhatian dalam segala aspek. Misalnya saja, ketika Anda berdua sedang menyebrang tanpa ragu dia menggandeng tangan Anda atau ketika tiba-tiba turun hujan, si dia langsung menaruh tangannya di atas kepala Anda. Pria yang menyimpan perasaan pada seorang wanita, naluri untuk melindungi si wanita semakin besar.
  6. Berpenampilan Lebih Baik

    Jika seorang pria menjadi lebih rapi dan berpenampilan yang tidak seperti biasanya, bisa jadi itu sebuah tanda bahwa dia ingin dilihat tampan oleh wanita incarannya. Jadi ketika si dia pergi bersama Anda memakai celana jeans baru yang masih bagus dan tidak usang, mengganti kaos favoritnya dengan kemeja dan mencukur jenggotnya bisa jadi dia menaruh hati pada Anda.
sepeti  itulah Ciri-ciri Tanda Pria Jatuh Cinta atau tanda cowok jatuh cinta

Cara Mengatasi Suami Bawel

Apakah suami ukhti cerwet dan suka nuntut anda ? coba bacartikel ini agar kamu bisa lebih handal menghadapinya 
Sering  dalam rumah tangga terdapat salah satu pasangan yang paling banyak menuntut dan cerewet. Bahkan dalam keadaan tertentu, suami malah jadi cerewet dan banyak menutut. Bagaimana mengatasi kondisi itu?
Jangan tunggu sampai Anda ingin meledak. Ajaklah pasangan Anda bicara baik-baik.
Kita lihat contoh kasus, Dini sangat tertekan jika suaminya berada di rumah. Bahkan bila sang suami datang dari kantor, jantungnya malah berdegup kencang. Ini karena sikap suami yang layaknya petugas "sidak".
Matanya sangat tajam melihat ketidakberesan rumah. Sedikit saja ada yang tidak rapi, dia langsung mengkritik dengan berkata, "Kamu gimana sih, mengurus rumah saja enggak becus." Padahal, tinggal bersama anak batita agak sulit menjaga rumah tetap indah dan rapi.
Berdasarkan pengamatan psikolog Sri Razwanti Suciyati, dari Essa Consulting Group ada banyak hal lain yang biasa menjadi objek tuntutan suami terhadap istri, antara lain penampilan, tanggung jawab mendidik anak, dan pengelolaan keuangan.
Namun, sebenarnya bukan cuma suami yang bisa bersikap seperti itu. Tidak sedikit pula istri yang menuntut suaminya pol-polan mencari nafkah, memberikan perhatian, dan memimpin keluarga.
Sang penuntut umumnya merasa memiliki "kekuatan" lebih ketimbang pasangannya. Kelebihan itu misalnya posisi penting sebagai pencari nafkah satu-satunya dalam keluarga, keturunan keluarga terpandang, memiliki kelebihan fisik yang diakui banyak orang, pendidikan yang lebih tinggi, penghasilan yang lebih besar jika suami dan istri sama-sama bekerja, dan lain-lain. Dengan kelebihannya itulah seseorang bisa mendominasi.
Ini  cara mengatasi suami yang cerewet atau bawel :
  • Berpikirlah dari sisi positif, bahwa tuntutan yang tinggi dapat mendorong suami/istri berbuat yang terbaik untuk kerekatan keluarga.
  • Jika berpikir positif sendirian tidak memungkinkan lagi, cobalah membicarakan secara terbuka tentang apa saja keluhan selama ini. Carilah waktu yang tepat agar komunikasi berlangsung lancar.
  • Bicaralah dari hati ke hati agar yang keluar dari mulut Anda adalah kata-kata halus dan lembut mengenai semua sikap yang menjengahkan tersebut. Kemukakan juga kesulitan dan hambatan saat melakukan tanggung jawab itu, umpamanya, sulit menjaga kerapian rumah karena Anda berdua memiliki anak batita yang belum paham aturan.
  • Jelaskan dampak sikap penuntutnya terhadap kondisi psikis Anda. Utarakan, cara yang dilakukan pasangan terlalu berlebihan dan membuat Anda tertekan.
  • Tanyakan mengapa dia bersikap seperti itu tapi hindari sikap memojokkan pasangan. Apalagi sampai menjatuhkan harga dirinya.
  •  Yakinkan pasangan tujuan Anda membicarakan sikapnya karena ingin hubungan bertambah erat.
  • Jika komunikasi berdua tidak berhasil, pasangan tetap banyak menuntut bahkan sikapnya semakin menjadi-jadi, cobalah meminta bantuan pihak ketiga yang bisa dipercaya, entah orangtua maupun teman dekat untuk memberi masukan kepada si penuntut.
  • Jika jalan buntu masih menghadang, tidak ada pilihan lain, carilah pakar yang bisa menangani masalah keluarga, misalnya, psikolog keluarga. Mereka umumnya kompeten menangani aneka problema keluarga.Psikolog akan berusaha mengatasi gangguan psikologis atau kepribadian yang mungkin dialami pasangan. Entah dengan terapi perilaku maupun tindakan lainnya.
Semoga setelah membaca ini suami ukhti gak bawel lagi . amin

Sumber dari Artikel-2015
 

Popular Posts

Cloud